Novel Terlarang di Israel diadaptasi Galgadot Jadi Film

Kabar datang dari Gal Gadot yang akan menggarap sebuah film yang diadaptasi dari novel yang dilarang dari bacaan sekolah oleh pihak pemerintah Israel. Pelarangan itu karena novel itu memiliki penggambaran romansa dari Israel dan Palestina.

Adaptasi Novel Soal ‘Romansa’ Israel-Palestina

Bintang Wonder Woman dan juga suaminya, Jaron Varsano, itu bakal bersama-sama memproduksi film tersebut lewat rumah produksinya yang bersama-sama didirikan pasangan suami-istri itu, Pilot Wave. Mereka juga akan berkerja sama dengan Kashet International.

Dikutip dari CNN Indonesia, proyek ini pasalnya didasarkan pada novel Ibrani 2014 yang sangat amat kontroversional dengan judul “Borderlife” yang ditulis oleh penulis Israel, Dorit Rabinyan. Novelnya sendiri diterbitkan dalah Bahasa Inggris oleh Random House namun dengan nama “All the Rivers.”

Novel ini berkisah tentang seorang wanita Israel dan seorang pria Palestina yang bertemu di New York. Kemudian mereka jatuh cinta. Namun keduanya harus menyembunyikan romansanya dari teman-teman dan keluarganya karena konflik yang terjadi pada dua negaranya itu. Mereka juga menyembunyikan hubungan mereka demi berjuang untuk keharmonisan hubungan keduanya.

Buku yang kontroversial tersebut pasalnya sempat memicu kontroversi di Israel saat Menteri Pendidikan Naftali Bennett melarang buku tersebut dari daftar bacaan wajib sekolah di tahun 2015. Namun larangan itu justru memberikan dorongan besar atas penjualan buku tersebut di Israel.

Novel Terlarang yang Raih Penghargaan

Menurut berita yang dilansir dari Minanews, Kementerian Pendidikan Israel melarang novel “Borderlife” ini untuk diajarkan di sekolah-sekolah Israel dengan harapan mempertahankan “identitas dan juga warisan siswa di setiap sector.”

Kementerian tersbeut berkeyakinan bahwa “hubungan antara Yahudi dengan non-Yahudi mengancam identitas terpisah” sebagai alasan mengapa buku tersebut dilarang. Mereka juga khawatir bahwa orang-orang muda dan juga kelompok usia remaja tak memiliki pandangan sistemik yang mana mencakup pertimbangan yang melibatkan penjagaan identitas etnis nasional dari orang-orang dan juga pentingnya antar ras. Setidaknya seperti itu lah laporan yang dilansir dari Minanews.

Novel yang berbahasa Ibrani-yang dikenal sebagai borderlife dalam Bahasa Inggris-menceritakan kisah penerjamah Israel Liat dan juga artus Palestina, Hilmi. Keduanya yang bertemu dan jatuh cinta di New York, masing-masing kembali ke Tel Aviv dan Ramallah.

Nampaknya novel yang meraih penghargaan Bernstein Award untuk penulis muda ini tetap dilarang oleh pemerintah Isreal.

Gadot sendiri pun sekarang ini tengah jeda syuting antara adaptasi baru dari penulis legenda Agatha Christie, “Death on the Nile” dengan Kenneth Branagh dan juga “Red Notice” dengan Dwayne ‘The Rock’ Johnson.

Sedangkan untuk penampilan terbarunya di Wonder Woman 1984, sekuel film superhero 2017 yang mana melambungkan namanya ke tingkat ketenaran itu, akan hadir ke bioskop seluruh dunia di pertengahan tahun depan. Di sisi lain, Gadot yang sebelumnya sudah mengumumkan proyek perdananya lewat Pilot Wave berupa film thriller yang bercerita tentang sejarah penyelamatan ribuan anak-anak Yahudi di peristiwa Holocaust itu pun menghebohkan dunia.

Dalam film itu, Gal Gadot bakal berperan sebagai Irena Sendler. Ia adalah sosol yang bekerja dengan lusinan orang lain untuk menyelundupkan anak-anak dan memberi mereka identitas palsu serta menempatkannya dengan keluarga-keluarga.

Sekarang di proyek terbarunya ini, belum diketahui dengan pasti apa Gal Gadot akan ikut terlibat juga dalam film adaptasi ‘All The Rivers’. Pihak Keshet sayangnya Cuma mengatakan bahwa pengumuman pemeran-pemerannya bakal dilakukan di kemudian hari. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *